Pangan Nusantara

smart and healthy foods…

Beternak Domba Secara Benar

Domba Betina

Domba Betina

Berternak domba merupakan suatu peluang bisnis yang bagus, baik untuk diekspor maupun untuk di dalam negeri. Daging domba adalah sumber protein hewani, susu domba menjadi minuman bergizi, dan bulu domba menjadi bahan wool.

Berikut petunjuk untuk budidaya domba:

(1) Lokasi peternakan: sebaiknya dipilih daerah yang luas, tenang, ada sumber air dan makanan, dan relatif tidak dekat dengan perumahan.

(2) Bibit domba: pilih domba yang sehat (tidak berpenyakit), keturunan dari domba yang berprosentasi kesuburan dan kelahiran tinggi dan kecepatan tumbuh dengan prosentase karkas yang baik. Calon induk dipilih yang berumur 1,5 – 2 tahun, tidak bercacat, bentuk perut normal, dan punya nafsu kawin tinggi. Pejantan dipilih yang berumur 1,5 – 2 tahun, tidak cacat dan berbadan normal serta turunan dari kelahiran dua ekor (sepasang).

(3) Kandang: gunakan bahan yang awet, luas disesuaikan dengan jumlah ternak (1,5 m2 per ekor), mudah dibersihkan, dan kena sinar matahari.

(4) Pemberian Pakan: dibedakan dalam dua cara:(a) digembalakan/dilepas mencari makan di lapangan dan (b) dikurung dalam kandang dan disediakan makanan yang terdiri dari daun hijauan, pakan penguat (konsentrat), garam, dan makanan pelengkap.

(5) Pemeliharaan: kandang selalu dibersihkan, minimal sekali dalam seminggu. Domba yang sakit segera dipisahkan dan diobati. Lakukan vaksinasi pada domba-domba yang sehat. Induk yang bunting dipisah tersendiri dan diberi makanan yang baik secara teratur. Induk yang baru melahirkan diberi hijauan dan makanan tambahan untuk penguat. Anak yang baru lahir dibersihkan dan diberi makanan khusus.

Domba dewasa didersihkan/dimandikan minimal sekali dalam seminggu, bulunya dicukur dengan gunting minimal sekali dalam 6 bulan. Sisakan bulu sepanjang 0,5 – 1 cm.  Potong kuku domba minimal sekali dalam 4 bulan.

Sumber: id.shvoong.com

About these ads

6 April 2010 - Posted by | Artikel, Promosi Harga Kambing-Domba

6 Komentar »

  1. asslm.terima kasih atas infonya.

    Komentar oleh arie khoiriyah | 23 April 2010 | Balas

  2. Saya sdh punya sapi jenis limousin, simental dan PO. Sy juga ingin mengembangkan domba bondowoso. Letak kandang sapi dan kandang domba saling bertolak belakang, berjarak 5 meter.
    Yang ingin saya tanyakan adalah apakah ada pengaruh letak kandang untuk kedua jenis ternak tersebut.
    Sapi simental dan limosin, sudah di inseminasi masing2 tiga kali tetapi tidak berhasil juga, apakah ada obat tradisionil agar inseminasi berhasil.

    Komentar oleh Winny | 10 Mei 2010 | Balas

  3. kalo untuk domba! apabila diternakkan breeding, kira2 sulit ngk ya? mohon sarannya…

    Komentar oleh bondan prakoso | 26 Mei 2010 | Balas

    • tidak sulit…malah lebih sulit kambing

      Komentar oleh ternakonline | 27 Mei 2010 | Balas

  4. mohon info tempat untuk magang pembuatan pakan domba yang berbasis sumberdaya lokal, kalaupun membeli yang murah

    Komentar oleh bp3k parakan | 21 Juni 2010 | Balas

  5. Saya sedang mencoba memulai beternak domba, namun saya sedang mengalami keluhan yaitu domba saya saat melahirkan mengalami kegagalan yaitu diantaranya :

    1. anak yang dilahirkan terlalu cepat, sehingga dikarenakan umur tidak sesuai maka anak pun mati’
    2, induk dan anak mati saat induk mengalami sungsang.

    apakah ada saran akan hal ini, apakah ini impact dari pola makan ataupun iklim kandang nya…

    salam

    Komentar oleh Daniel | 11 Februari 2013 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: