Pangan Nusantara

smart and healthy foods…

Standarisasi Bibit Sapi Pada Bisnis Pembibitan Sapi Lokal

Pembibitan sapi potong saat ini masih berbasis pada peternakan rakyat yang berciri  skala  usaha  kecil,  manajemen  sederhana,  pemanfaatan  teknologi seadanya,  lokasi  tidak  terkonsentrasi  dan  belum  menerapkan  sistem  dan usaha  agribisnis. Kebijakan  pengembangan  usaha  pembibitan  sapi  potong diarahkan  pada  suatu  kawasan,  baik  kawasan  khusus maupun  terintegrasi dengan  komoditi  lainnya  serta  terkonsentrasi  di  suatu  wilayah  untuk mempermudah  pembinaan,  bimbingan,  dan  pengawasan  dalam pengembangan  usaha  pembibitan  sapi  potong  yang  baik  (Good  breeding practice).Standarisasi bibit sapi kredit usaha pembibitan sapi atau disebut KUPS adalah sebagai  berikut dan kami dapat membantu dalam proses pengadaan sapi tersebut, tentunya dengan jaminan kualitas.

Standar Bibit Sapi Potong Lokal

a.  Sapi Bali.

@ Kualitatif

Betina :

-  Warna bulu merah;

-  Lutut ke bawah berwarna putih;

-  Pantat warna putih berbentuk setengah bulan;

-  Ujung ekor berwarna hitam;

-  Garis belut warna hitam di punggung;

-  Tanduk pendek dan kecil;

-  Bentuk kepala panjang dan sempit;

-  Leher ramping

Jantan :

-  Warna bulu hitam;

-  Lutut ke bawah berwarna putih;

-  Pantat putih berbentuk setengah bulan;

-  Ujung ekor berwarna hitam;

-  Tanduk tumbuh baik, berwarna hitam;

-  Bentuk kepala lebar;

-  Leher kompak dan kuat.

@ Kuantitatif

Betina umur 18 – 24 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas I minimal 105 cm;

-  Kelas II minimal 97 cm;

-  Kelas III minimal 94 cm;

Panjang Badan:

-  Kelas I minimal 104 cm;

-  Kelas II minimal 93 cm;

-  Kelas III minimal 89 cm;

Jantan umur 24 – 36 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas I minimal 119 cm;

-  Kelas II minimal 111 cm;

-  Kelas III minimal 108 cm;

Panjang Badan:

-  Kelas I minimal 121 cm;

-  Kelas II minimal 110 cm;

-  Kelas III minimal 106 cm;

b.  Sapi Peranakan Ongole (PO).

@ Kualitatif

Betina  dan Jantan :

-  Warna bulu putih keabu-abuan;

-  Kipas  ekor  (  bulu  cambuk  ekor  dan bulu sekitar mata berwarna hitam;

-  Badan  besar,  gelambir  longgar bergantung;

-  Punuk besar;

@ Kuantitatif

Betina umur 18 – 24 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas I minimal 116 cm;

-  Kelas II minimal 113 cm;

-  Kelas III minimal 111cm;

Panjang Badan:

-  Kelas I minimal 124 cm;   18

-  Leher pendek;

-  Tanduk pendek

-  Kelas II minimal 117 cm;

-  Kelas III minimal 115 cm;

Jantan umur 24 – 36 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas I minimal 127 cm;

-  Kelas II minimal 125 cm;

-  Kelas  III  minimal  124  cm;

Panjang Badan:

-  Kelas I minimal 139 cm;

-  Kelas II minimal 133 cm;

-  Kelas III minimal 130 cm;

c.  Sapi Sumba Ongole (SO)

@ Kualitatif

Betina  dan Jantan :

-  Warna bulu keputih-putihan ;

-  Kepala,  leher,  gumba,  lutut,  berwarna lebih gelap terutama pada yang jantan;

-  Kulit  sekeliling  mata,  bulu  mata, moncong,  kuku  kaki  dan  bulu  cambuk ekor berwarna hitam;

-  Tanduk  pendek,  kuat,  mula-mula mengarah keluar, lalu ke belakang;

-  Badan  besar,  gelambir  longgar bergantung;

-  Punuk besar persis di atas skapula;

-  Leher pendek;

@ Kuantitatif

Betina umur 18 – 24 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas III minimal 112 cm;

Jantan umur 24 – 36 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas III minimal 118 cm;

d.  Sapi Madura.

@ Kualitatif

Betina  dan Jantan :

-  Warna  bulu  merah  bata  atau  merah coklat  campur  putih  dengan  batas tidak jelas pada bagian pantat ;

-  Tanduk  kecil  pendek  mengarah  kesebelah luar;

-  Tubuh kecil, kaki pendek;

-  Gumba  pada  betina  tidak  jelas, sedang jantan berkembang baik.

@ Kuantitatif

Betina umur 18 – 24 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas I minimal 108 cm;

-  Kelas II minimal 105 cm;

-  Kelas III minimal 102 cm;

Jantan umur 24 – 36 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas I minimal 121 cm;

-  Kelas II minimal 110 cm;

-  Kelas III minimal 105 cm.

e.  Sapi Aceh

@ Kualitatif

Betina  dan Jantan :

-  Warna  bulu  coklat  muda,  coklat merah  (  merah  bata),  coklat  hitam, hitam  dan  putih,  abu-abu,  kulit  hitam memutih ke arah sentral tubuh;

-  Betina berpunuk kecil;

-  Jnatan berpunuk terlihat jelas.

@Kuantitatif

Betina umur 18 – 24 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas III minimal 100 cm;

Jantan umur 24 – 36 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas III minimal 105 cm;

f.  Sapi Brahman.

Kualitatif

-  Warna  pada  yang  jantan  putih  abu-abu,  pada  yang  betina  berwarna putih/abu-abu atau merah;

-  Badan besar, kepala relatif besar.

@ Kuantitatif

Betina umur 18 – 24 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas III minimal 112 cm;

Jantan umur 24 – 36 bulan

Tinggi gumba :

-  Kelas III minimal 125 cm;

2.  Persyaratan Teknis Minimal Bibit Sapi Perah Indonesia.

@ Kualitatif

-  Mempunyai silsilah  (pedigree) sampai 2 generasi diatasnya untuk bibit dasar dan bibit induk;

-  Mempunyai  silsilah  (pedigree) minimum 1 generasi di atasnya untuk bibit sebar;

-  Bebas dari penyakit menular;

-  Tidak  memiliki  cacat  fisik,  alat reproduksi  normal,  bentuk  ideal  (tipe sapi perah), struktur kaki dan kuku kuat;

-  Tanduk di dehorning

Betina :

-  Warna  bulu  hitam  putih/merah  putih sesuai karakteristik sapi perah;

-  Ambing  :  simetris  pertautan  luas  kuat, bentuk  tidak  menggantung,  jumlah puting  4,  bentuk  dan  fungsi  puting normal;

-  Bukan dari kelahiran kembar  jantan dan betina ( free martin).

-  Berdasarkan kemampuan produksi susu tetuanya.

Jantan calon pejantan :

-  Warna  bulu  hitam  putih  /  merah  putih sesuai karakteristik sapi perah;

-  Mempunyai kartu identifikasi;

-  Mempunyai silsilah.

@ Kuantitatif

Betina  umur  15  –  20  bulan  Tinggi

pundak minimal 115 cm;

Berat badan minimal 300kg;

Lingkar dada minimal 155 cm.

Bibit dasar produksi  susu  induk  (305 hari) > 6.000kg;

Bibit  induk  produksi  susu  induk  (305 hari) ≥5.000 – 6.000 kg;

Bibit  sebar produksi  susu  induk  (305 hari) ≥ 4.000 – 5.000 kg.

Kadar lemak ≥ 3,5 %

Umur minimum 18 bulan;

Tinggi pundak minimum 134 cm;

Berat badan minimum 480 kg

Lingkar scrotum minimum 32 cm

About these ads

11 Januari 2010 - Posted by | Artikel, Promosi Harga Sapi

2 Komentar »

  1. Salam kenal Pak.
    Apakah KUPS sudah berjalan? Daerah mana saja yang sudah berjalan? Peruntukannya bagi siapa?
    Terima kasih.
    ……
    pengguliran dana KUPS batu saja mulai tahun ini…..baru 1 kelompok ternak dan 2 koperasi ternak…peruntukannya untuk kelompok ternak, gapoktan, koperasi ternak dan perusahaan peternakan.

    Komentar oleh Bobich | 13 Januari 2010 | Balas

  2. Asslmkm pak,mohn informasi nya sbb :
    1.KUPS
    2.di riau udh ada apa blm?
    3.analisa usaha ternak sapi jantan dari pedet
    4.dari mana sy bs mendptkn pedet jantan kapasitas 20 s/d 40 ekor
    trims wasslm

    Komentar oleh Ponco utomo | 16 Juli 2011 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: